GURU…
Kala hampa akan ilmu menyelimuti
Saat rebah kemiskinan mengalir dalam
Nan deru kebodohan menggaung gema
Kaulah pelita ilmu penyelamat bangsa
Tanpamu bangsa Alfa ilmu
Takkan pernah tau A
Takkan pernah tau 1
Dan takkan pernah tau itu
Hadirmu memberikan cahaya ilmu dalam hidup kami
Menerangi setiap pijakan langkah kami
Mengentaskan kami dari jurang kebodohan
Dan menyelamatkan kami dari jerat kemiskinan
GURU…
Betapa mulia dedikasimu untuk kami
Keyakinan kuat akan suatu perubahan besar
Mendorongmu untuk terus dan terus melangkah
‘tuk coba sapukan kuas ilmu dalam diri kami
Coretan demi coretan warna abstrak terhantar
Memberikan lukisan baru dalam dunia pendidikan
Ulasan demi ulasan kata tlah terlontar
Mewarnai merah biru dalam referensi keilmuan
PUISI CINTA
selalu
September 7, 2008 by arie
Filed under Kehilangan
aku tak mengerti mengapa aku begini
tersiksa batin oleh kata hatiku sendiri
kata hati tuk tetap mencintainya
keinginan untuk selalu buatnya bahagia
anganku di penuhi senyumannya
tangisnya tak henti terngiang di kepalaku
apakah aku benar atau aku salah
apakah aku mencintai orang yang tepat kucintai
atau ini keegoisan dari hati yang telah di butakan oleh cinta
pernah kulihat kisah pedih tentang cinta di luar sana
tapi tak pernah terbayang olehku
aku tersiksa oleh roman cinta yang telah di anugerahkan olehnya
seorang gadis yang takkan mati, selalu tersimpan di hati, dan hanya untukku selamanya
TAK INGAT TAK TAHU
Rinduku selalu mengalirkan namamu
Namamu selalu detakkan jantungku
Sulit kubendung naluri itu
Selalu begitu, setiap waktu
Tapi, kau tak ingat dan tak tahu
Dan akhirnya akulah yang terpuruk dalam rasa itu
Rasa yang menggebu sejak dulu, dari masa lalu
Dan kau tak pernah ingat dan tak pernah tahu
Rasa dan asaku padamu terukir begitu jelas di tulang rusukku
Mengalir deras di aliran darahku
Memukul keras membuat lebih cepat detak jantungku
Sedikitpun, kau tak ingat dan tak tahu
Seperti menghitung jutaan bintang di malam hari
Seperti menghitung rinai hujan yang jatuh ke bumi
Seperti menghitung hamparan pasir di pantai ini
Sampai matipun kau tak kan pernah ingat dan tak kan pernah tahu
Bahwa disini ada satu hati yang menunggu, satu jiwa yang terbelenggu
RASA KEMARIN
Kemarin aku dengar kata yang menyakitkan
kata darimu yang ku sayang
pecahkan hatiku yang mencintaimu
Mungkin cinta itu harus lama mengenal
sedangkan aku terlalu cepat
sama cepatnya dengan bayangmu yg masuk dalam hatiku
Kini entah harus aku bayanganmu itu ?
aku lupakan atau ku biarkan tetap tinggal
Semoga gelap malam segera bisa mengajariku doa melupakan rasa itu, agar detak jantungku normal di hadapmu ta’ lagi bergemuruh agar bibirku ta’ lg kelu menyapamu
ajari aku menjadikanmu biasa !
ZIKIR
PUISI KATOLIK BY: GANJAR
Tuhan
Aku gagal memikul salib itu
Sedih
Pedih
Luka
Menganga
Tuhan
Rintik air
Meleleh dari mata
Terbakar
Pilu duka
Kebodohan manusia
Dunia, dunia, dunia !
Mereka berhasil menikam jiwa
Jiwa yang haus
Terus tertusuk oleh pisau malam
Dunia, dunia, dunia !
Menghasut jiwa
Mengitari raung-raung kelam
Membuka pintu gelap
Dunia, dunia, dunia !
Musuh paling kejam
Tak bisa kutikam dengan pedang dunia
Salib itu tergeletak lagi
Terserakkan
Di antara perdu bumi
Salib itu terlantar
Sendiri
Sepi
Tak berkawan
Cengkereman dunia
Begitu erat
Jiwa kini terserakkan dari dunia
Hitam legam
Membayang
Fantasi liar membuka
Menyeka luka lama
Tuhan
Jiwaku menganga lagi
Tertunduk salah
Dosa mendesah
Memanggil sang kelam
Aku tersingkir
Tuhan
Di depanMu
Aku tak bisa mengelak
Lagi… Merto, Feb`08
ALAM BERBICARA
DEAD 4EVER
LINGKUNGAN
Pertiwi kini berduka,
Pertiwi kini berteriak,
Memangil, mencari,
Dimana manusia berada???
Pertiwi berkata
Masih adakah manusia yang akan melayaniku???
Kutumpahkan lahar di Jogja,
Kuberi air bah untuk Mentawai,
Kudatangkan banjir untuk Wasior,
Dab kubuat Jakarta tenggelam,
Hutanku, kekayaanku,
Telah kau rampas dengan paksa,
Kau curi seluruh isi perutku…
Aku hanya ingin kau lindungi agar ku dapat bertahan,
Dan dapat memberikan nafas kehidupan untuk mu manusia
Lindungi aku, dan jangan rampas hak milikku
Aku menangis karena kau sakiti,
Dan kau menangis setelah aku tumpahkan isi perutku
NOSTALGIA NEGRI SAMPAH
SYAIFUL MUSTAKIM
LINGK SOS
aku tak lagi heran
nusantara ini dipenuhi lautan sampah
disana-sini sering aku memandanginya
kotoran-kotoran manusia yang sejak lama telah ada
untunglah,
masih masih ada mereka
mereka sudi memilih dan memilah kotoran-kotoran itu
biarkan saja…
isi perut mereka adalah hasil jerih payahnya
jepara, 27 november 2008
HUJAN
OPERA CLASSIC
LINGK
Hujan
Hujan turun deras menjelang bulan sebelas
Menyirami halaman depan yang selama ini gersang
Rerumputannya kembali tumbuh hijau
Yang dulu meranggas dimusim kemerau
Kali kecil naik sampai pinggang
Bau tanah basah menguap dari kebun belakang
Aroma pagi terasa hingga siang
Suasana hati sejuk riang
Lelah luluh tak tunggu larut
wajah – wajah pulas tak berkerut
seakan hilang semua kemelut
seakan hidup tanpa maut